Info Semua

Jamu Jadi Obat Flu H1N1

Rabu, 28 April 2010 Filed under : Alternatif, Obat, Penyakit by Pekerja
Para pakar Korea Selatan telah mengembangkan satu obat herbal untuk penyembuhan flu A(H1N1) yang juga dikenal sebagai flu babi, lembaga riset milik pemerintah mengumumkan, Senin (18/1/2010).

Lembaga Perobatan Oriental Korea (KIOM) mengatakan, pihaknya berhasil mengekstrakkan beberapa bahan baku yang digunakan dalam penyembuhan herbal tradisional yang menunjukkan, hasilnya cepat menyembuhkan ketika disuntikkan kepada tikus yang terinfeksi penyakit itu.

Obat herbal itu, yang oleh para pakar dinamakan KIOM-C, telah dikembangkan dengan mengkombinasikan bahan baku yang diekstrakkan dari selusin unsur herbal, menurut KIOM. "Tes laboratorium dilakukan pada perusahaan lokal BioLeaders Corp. dan menunjukkan kuatnya kualitas anti-viral obat buatan dari unsur-unsur yang ditemukan di dalam obat oriental," kata Ma Jin-yeul, kepala Pusat Riset Pengembangan Obat Herbal KIOM.

Ma mengatakan bahwa pengetesan lebih detil akan dilakukan untuk mendukung penemuannya ini, namun obat herbal tersebut dalam bentuk tablet baru akan bisa didapat sekitar tiga tahun mendatang.

Obat tersebut diharapkan akan menjadi seperti obat anti-viral Tamiflu yang sekarang beredar di pasaran.

0 komentar

Jalan Panjang ke Saintifikasi

Rabu, 21 April 2010 Filed under : Alternatif, Obat, Penyakit by Pekerja

Sudah sepuluh tahun Wagita (58) berjualan jamu gendong di samping sebuah kantor percetakan di kawasan Palmerah, Jakarta Pusat. Para pelanggannya yang kebanyakan para pekerja malam itu biasanya langsung menyebutkan keluhan mereka dan memasrahkan racikan kepada Wagita.

Seorang pemuda yang baru selesai sarapan tiba-tiba berteriak, ”Meriang, Bu!” Tanpa banyak tanya, Wagita langsung mengambil gelas menuangkan beras kencur dan godokan daun sirih. Selain Wagita yang meriang, ada juga yang memesan jamu untuk pegal linu, masuk angin, dan sakit mag.

Bagi masyarakat, jamu atau ramuan obat tradisional Indonesia sebetulnya bukan hal baru. Ramuan dari tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral itu secara turun-temurun digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.

Wagita, misalnya, tidak tahu pasti kandungan dalam tanaman obat racikannya dan cara bekerjanya dalam tubuh. Tetapi, perempuan itu meyakini bahan alami itu berkhasiat dan sudah terbukti. Puluhan tahun dia minum jamu untuk enyahkan pegal linu.

Dia belajar membuat jamu saat usia 15 tahun dari perempuan Jawa di tempat kerjanya. Dia hanya diberitahu bahan dan cara membuatnya kemudian mencicipi. ”Semua dicatat dalam hati,” ujarnya. Dia mengajar lisan anaknya meracik jamu.

Pada skala lebih besar, tidak banyak industri obat herbal menempuh uji praklinik dan klinik. Baru 5 jenis fitofarmaka dan 12 jenis obat herbal terstandar.

Pada dasarnya, ada tiga jenis produk herbal, yaitu jamu tradisional, Obat Herbal Terstandar (ada standardisasi bahan baku), dan fitofarmaka (telah melalui uji praklinis dan uji klinik sama dengan obat konvensional).

Senior Manager Research and Development PT Mustika Ratu Devita Agus mengatakan, uji klinis butuh biaya miliaran rupiah. Di perusahaannya dikembangkan sekitar 200 tanaman obat untuk tindakan preventif dan promotif kesehatan. Kemasan disesuaikan seperti bentuk teh, kaplet, dan kapsul.

Terpinggirkan

Sekalipun telah lama hadir di tengah masyarakat, kenyataannya jamu masih berada di pinggiran sistem pelayanan kesehatan. Tidak seperti di China, Korea, Jepang, dan India, pengobatan di Tanah Air masih didominasi terapi konvensional. Di China telah ada terapi integratif (konvensional dan herbal).

Peneliti bidang Kimia Organik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Leonardus Broto Sugeng Kardono, mengatakan, sekalipun jamu sudah lama ada, inventarisasi, pendokumentasian, dan pengembangannya relatif lambat dibandingkan negara-negara lain. Pada masa lalu, pembuatan jamu diturunkan secara lisan. Padahal, potensi Indonesia sangat besar. Setidaknya ada 30.000 tanaman berpotensi obat. Sebanyak 3.000 di antaranya sudah tercatat dan sekitar 300 bahan sudah umum digunakan, contohnya kunyit, jahe, temulawak, pegagan, dan sambiloto.

Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Herbal Medik Indonesia Hardhi Pranata, para dokter terbentuk cara pandangnya dengan standar medis konvensional. Walaupun terapi preventif, promotif, rehabilitatif, kuratif, dan paliatif sebetulnya dapat dikembangkan, termasuk menggunakan jamu asal dengan standar ilmu pelayanan serta keamanan yang tinggi.

Jamu juga mempunyai potensi pasar cukup besar. Ketua Asosiasi Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia sekaligus Presiden Direktur Jamu Nyonya Meneer, Charles Saerang mengatakan, penjualan obat herbal di Indonesia tahun 2010 ditargetkan Rp 10 triliun. Realisasi tahun 2009, yaitu sebesar Rp 8,5 triliun. Terdapat 240– 400 jenis jamu yang diedarkan di dalam negeri dan 80 jenis di antaranya juga diekspor ke Taiwan, Hongkong, dan Arab Saudi.

Saintifikasi jamu

Guna memasyarakatkan jamu tradisional, pemerintah berupaya menyaintifikasi jamu dengan melibatkan para dokter. ”Dokter menjadi ikon kesehatan yang dapat mengangkat harkat jamu dan penggunaannya,” ujarnya.

Program saintifikasi dicanangkan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (6/1).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Agus Purwandianto mengatakan, saintifikasi itu memberikan landasan ilmiah penggunaan jamu secara empiris melalui penelitian berbasis pelayanan. Sejumlah dokter terlatih melakukan penelitian kualitatif terkait penggunaan jamu dalam cakupan upaya preventif, promotif, rehabilitatif, dan paliatif oleh pasien mereka.

Bahan herbal dipilih oleh Komisi Saintifikasi Jamu. Salah satu sumber ialah Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional di Tawangmangu. Balai itu mempunyai 100 formularium yang telah uji praklinik.

Di samping Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia telah berdiri Juni 2009 dan telah diakui oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. Perhimpunan itu juga menyiapkan kurikulum herbal bagi dokter yang tertarik masuk ke ranah itu dan diharapkan nantinya terbentuk klinik-klinik herbal.

Anggota Persatuan Dokter Herbal Medik Indonesia Cabang Jateng dr Lily Kresnowaty menuturkan, selain sebagai dokter konvensional, dokter ini nantinya juga memiliki keahlian menjadi dokter herbal.

Setelah dianggap kompeten, dokter tersebut dapat mengeluarkan resep jamu sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan. ”Pedoman tersebut memuat jamu mana saja yang dapat digunakan untuk mendampingi obat konvensional,” katanya.

Saintifikasi jamu, kata Leonardus, menjadi penting di tengah pasar terbuka. Jangan sampai jamu Indonesia kalah pamor di tanahnya sendiri.

0 komentar

Sehat dengan masker mentimun

Senin, 19 April 2010 Filed under : Obat Herbal by Pekerja
Kehidupan selalu kita lalui dengan berbagai rintangan dan siklus. Semua itu kita bawa enjoy dan happy. Semua harus bisa kita seimbangkan dengan baik mulai dari kesehatan. Sehat mahal harganya tidak bisa kita beli. Sehat tidak harus konsumsi vitamin atau zat kimia yang berlebihan. Mungkin Anda bisa beralih ke OBAT HERBAL, khasiat yang kita dapat akan jauh lebih segar dan energik serta nyaman. Seimbangkan juga dengan olahraga yang teratur setiap hari mungkin kurang lebih 20 menit saja, agar badan tidak kaku.

Saya karyawan swasta yang notabene bekerja di ruangan AC, otomatis kulit wajah saya kering. Dua hari sekali saya selalu memakai masker mentimun segar dan sejuk. Manfaat yang saya rasakan dari OBAT TRADISONAL ini adalah sejuk dan segar. Cukup satu buah mentimun kecil saya iris dan temple dibagian mata, serta hancurkan sedikit dan temple di wajah. Saya tidak perlu susah – susah ke salon kecantikan yang mahal. Perlu rutin memakai dan merawatnya.

0 komentar

Ingin Libido Naik? Berjemurlah!

Rabu, 14 April 2010 Filed under : Alternatif, Obat, Penyakit by Pekerja

Butuh sesuatu untuk meningkatkan libido? Cobalah berjemur beberapa saat di bawah matahari pagi.

Ini adalah salah satu saran para ahli dari Austria yang menemukan bahwa kadar testosteron pria ternyata dapat dipacu dengan vitamin D. Sebagian besar kebutuhan tubuh kita terhadap vitamin D memang disuplai oleh kulit lewat paparan terhadap sinar matahari, sedangkan sisanya berasal dari asupan makanan.

Riset melibatkan 2.299 pria yang dimuat di jurnal Clinical Endocrinology menemukan, mereka yang kebutuhan vitamin D-nya tercukupi memiliki hormon testosteron lebih tinggi ketimbang pria yang kekurangan vitamin D. Kadar hormon dan vitamin D para pria ini anjlok saat musim dingin dan mulai mencapai puncaknya pada musim panas.

Rendahnya hormon testosteron memang berdampak pada gairah atau libido pria selain juga tingkat energi. Hormon testosteron juga penting artinya pada pria dan wanita dalam mempertahankan kekuatan otot dan kepadatan tulang.

Peneliti dari Medical University of Graz, Austria, menemukan bahwa pria yang darahnya menyimpan sedikitnya 30 nanogram vitamin D per mililiter memiliki testosteron lebih tinggi ketimbang pria dengan vitamin D rendah.

Dalam pemantauan selama setahun, kadar testosteron dan vitamin D tampaknya mencapai puncak pada bulan Agustus, dan menurun saat musim dingin dengan menyentuh level terendah pada bulan Maret.

Professor Winfried Marz yang menggarap penelitian ini mengatakan bahwa ia dan tim akan menggelar riset lanjutan untuk meneliti lebih jauh apakah suplementasi vitamin D akan memberi efek yang sama terhadap peningkatan hormon testosteron.

Sementara itu, ahli kanker yang juga pakar andrologi di University of Sheffield, Allan Pacey, memperingatkan bahwa paparan sinar matahari yang berlebihan dapat merugikan kesehatan. Pacey juga meminta para pria untuk berhati-hati menggunakan alat sunbed dan sadar terhadap pentingya pemahaman yang benar akan risiko bila alat itu digunakan secara berlebihan.

0 komentar

HypnoLangsing, Cara Baru Jadi Langsing

Sabtu, 03 April 2010 Filed under : Alternatif, Obat, Penyakit by Pekerja

Menurunkan berat badan dengan makan apa saja dan kapan saja. Demikian salah satu tulisan yang menggoda dalam buku The Screet of Slimming dengan Hypnolangsing karangan Juli Triharto. Buku ini seolah menjadi jawaban bagi Anda yang ingin sehat dan langsing dengan mudah dan cepat.

Seringkali penyebab utama gagalnya usaha penurunan berat badan datang dari diri sendiri, misalnya tak kuasa menolak traktiran makan atau niat berolahraga runtuh dengan mudah hanya gara-gara mata masih mengantuk. Mungkin, ini saatnya Anda memerlukan bantuan. Alternatif bantuan yang saat ini sedang naik daun adalah hypnolangsing.

Menurut Juli Triharto, tekad yang besar untuk langsing saja tidak cukup. Perlu kemauan pikiran bawah sadar untuk mengimajinasikan tubuh ideal yang ingin dicapai dan menyimpan memori tersebut di pikiran bawah sadar sebagai target pribadi.

Lewat metode hipnosis, para pembaca diajak untuk belajar mendapatkan tujuan bawah sadarnya sehingga yang terjadi adalah pikiran bawah sadar akan membantu mengubah kebiasaan lama yang membuatnya gemuk menjadi kebiasaan baru yang melangsingkan.

Penulis adalah Master HypnoLangsing yang memiliki acara kelompok terapi hypnolangsing dengan peserta dari berbagai kalangan. Dalam setiap sesi pertemuan, Juli akan mengajarkan langkah-langkah konkret dan sederhana untuk melangsingkan tubuh sehingga peserta tetap mudah memahami sugesti yang diberikan dalam keadaan waking (terbangun).

Dalam hypnolangsing semua proses dilakukan dengan pendekatan Western Hypnosis dan Neuro Linguistic Programming (NLP) yang sangat ilmiah dan tidak melibatkan ritual atau mantra. Dengan hypnolangsing, Anda akan diajarkan untuk memprogram pikiran Anda dengan kebiasaan baru yang sehat.

Dalam buku yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama ini Anda akan memahami bagaimana menghentikan kebiasan ngemil dan terobsesi terhadap makanan, menghentikan makan secara emosi, meningkatkan metabolisme tubuh, menciptakan motivasi untuk berolahraga, serta belajar merasakan nyaman dengan tubuh sendiri.

0 komentar

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Info Semua

Memuat...
Powered By Blogger

Blogroll

  • Baju Hamil
  • Obat Tradisional
  • Baju Muslim

Category

Alternatif Baju Hamil Bisnis Online Busana Muslim Informasi Obat Obat Herbal Pajak Penyakit Terbaru Topi Emerica

Arsip Blog

  • ►  2011 (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ▼  2010 (20)
    • ►  Mei (6)
    • ▼  April (5)
      • Jamu Jadi Obat Flu H1N1
      • Jalan Panjang ke Saintifikasi
      • Sehat dengan masker mentimun
      • Ingin Libido Naik? Berjemurlah!
      • HypnoLangsing, Cara Baru Jadi Langsing
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (2)
Tips Ibu
Tips Anantasari by Blogger Template Place