Stres bisa memicu sakit kepala, dan sakit kepala yang tertahankan tentu membuat stres. Untuk memutus lingkaran ini, kendalikan stres untuk mengurangi nyut nyut di kepala.
Jalanan macet dan Anda dipastikan terlambat untuk presentasi dengan klien penting. Si kecil sedang kurang enak badan. Atasan terus menerus menelepon. Tak heran bila Anda langsung diserang sakit kepala.
Sakit kepala seringkali disebabkan bukan oleh penyakit fisik, namun ketegangan emosional. Stres yang memicu sakit kepala biasanya adalah hal-hal "sepele" yang setiap hari kita alami. Misalnya saja kehilangan kunci, terjebak kemacetan, atau ponsel mendadak rusak yang mengikis kekuatan kita dalam menghadapinya. Pada sebagian orang hal ini bisa menyebabkan sakit kepala.
Hormon stres bisa mengubah keseimbangan zat-zat kimia di otak sehingga memicu sakit kepala. Bila Anda menegangkan otot atau menggertakkan gigi untuk merespon stres yang Anda rasakan, sakit kepala yang dirasakan akan bertambah berat.
Masalahnya adalah sepertinya mustahil menghindari stres yang setiap hari akan selalu muncul. Meski demikian, kita bisa mengendalikan stres, yang akhirnya akan mengenyahkan sakit kepala.
Agar stres tidak membawa penyakit, lakukan pengaturan waktu yang efektif. Miliki daftar prioritas untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada. Catat semua hal yang akan dilakukan secara detail untuk menghindari lupa.
Selain itu, kita juga bisa menjadikan hari-hari yang dilalui lebih ringan dengan cara bersikap rileks dan memiliki waktu istirahat sendiri untuk menjernihkan pikiran. Terakhir, jangan lupa tertawa. Saat tertawa tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin yang membantu kita merasa lebih rileks, nyaman dan positif.
Kendalikan Stres, Sakit Kepala Lenyap
Jumat, 28 Mei 2010 Filed under : Alternatif, Obat, Penyakit by PekerjaKalajengking Obati Gangguan Peredaran Darah
Rabu, 26 Mei 2010 Filed under : Alternatif, Obat, Penyakit by Pekerja“Hewan-hewan merayap ampuh untuk mengobati penyumbatan pembuluh darah kronis. Obat-obat dari bahan herbal atau hewan lain tak mampu, tapi binatang merayap ini dapat mengobati keluhan akibat penyumbatan darah,” tutur Dr William.
Selain melancarkan peredaran darah, hewan berbisa dan beracun ini juga mampu menyembuhkan penyakit stroke, jantung, dan sirosis hati. Kata Dr William, bukan racunnya yang dipakai untuk mengobati penyakit, melainkan daging bagian ekor. Itu pun setelah zat racun hewan yang berkembang biak setahun sekali ini dinetralisasi.
Menurut Prof Gopalakrishnakone, PhD, DSc dari Fakultas Kedokteran National University of Singapore, bisa dan racun kalajengking tak selamanya berbahaya. Mekanisme kerjanya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pengobatan, di antaranya sebagai penghilang rasa sakit, pereda ketegangan otot, antikanker, antimikroba, dan antikejang.
Kini sejumlah obat telah dihasilkan dari bisa dan racun alami, misalnya racun botulinum dari bakteri anaerobik yang mencemari makanan kaleng. Racun ini juga dimanfaatkan untuk terapi strabismus (mata juling), blepharospasm (kejang kelopak mata), dan vagisnismus (kekejangan otot vagina). Arvin dari racun ular berbisa digunakan untuk mengatasi gangguan penggumpalan darah.
Dijelaskan oleh Gopalakrishnakone, pada tahun 1998 Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA) mengkaji dan menyetujui peredaran empat obat berbahan dasar racun, baik bisa ular, kalajengking, laba-laba, maupun kerang kerucut. Racun dan bisa itu adalah aggrostatin untuk mengobati angina, captopril untuk tekanan darah tinggi, conotoxin untuk anestesi saraf tulang belakang, dan chlorotoxin untuk pengobatan tumor otak.
Sayangnya, kata Dr William, kandungan kimiawi hewan yang dapat hidup hingga 5 tahun ini belum diketahui lebih lanjut. Meski demikian, dalam teori pengobatan traditional chinese medicine, kalajengking merupakan salah satu jenis serangga, bersama kelabang dan kecoak, yang paling banyak digunakan masyarakat China untuk pengobatan.
Sementara itu, untuk mengobati sakit akibat sengatan hewan ini, masyarakat Jawa secara turun-temurun selalu menyiramnya dengan amonia atau air seni. Hal itu akan menghilangkan rasa sakit dan bengkak akibat gigitan hewan ini.
Jahe penetralisasi
Menurut Dr William, dalam memanfaatkan kalajengking untuk terapi pengobatan, tentu juga harus diingat keganasan racun dan bisa yang dikeluarkan hewan ini. Kita tak bisa sekonyong-konyong mengonsumsi kalajengking untuk pengobatan. Ada beberapa cara menetralisasi racun dan bisa kalajengking supaya dapat dimanfaatkan untuk pengobatan.
“Sejauh pengamatan dan pengalaman selama ini, cara untuk menetralisasi racun kalajengking adalah dengan memasaknya bersama jahe. Setelah itu, kalajengking tidak dianjurkan untuk dimasak kembali. Hal ini untuk mencegah hilangnya zat-zat aktif yang terkandung dalam hewan ini. Setelah itu, dianjurkan hewan ini segera dikeringkan atau diblender menjadi bubuk,” papar Dr William.
Bila kalajengking yang sudah ternetralisasi racunnya dimasak kembali dengan ramuan obat lain, lanjutnya, hal itu tidak akan membawa manfaat lebih karena fungsi atau manfaatnya sudah hilang. Oleh karena itu, ia menganjurkan agar kalajengking diblender kemudian dibuat bubuk. Proses demikian berlaku bagi binatang merayap lain jika digunakan untuk konsumsi obat.
Sirosis hati
Di China bagian utara, kalajengking dijual bebas. Di pinggir-pinggir jalan, kalajengking dijual dalam bentuk kalajengking panggang atau sate. Harga yang ditawarkan untuk 1 sate kalajengking sepanjang 5 cm sekitar 30 yuan (setara dengan Rp 33.000).
Sebelum menjualnya, pedagang di China mengolah kalajengking berdasarkan rahasia pengobatan China kuno, yaitu merebusnya dengan air jahe. Dari hasil wawancara Dr William dengan pedagang di sana, untuk menetralkan racun juga bisa dengan cara menggoreng kalajengking bersama batu tawas.
Meski di China utara kalajengking ramai diperdagangkan, tidak demikian di bagian lain dari negeri China. Hal ini dimungkinkan karena ada juga masyarakat China yang tidak tahu cara memanfaatkan kalajengking untuk pengobatan. Itulah kenapa pedagang obat tradisional China selalu menjualnya dalam bentuk bubuk atau pil.
Diingatkan olehnya, dosis sehari mengonsumsi bubuk kalajengking tidak boleh lebih dari 2 gram. Jika terlalu banyak, dapat mengakibatkan alergi dan sesak napas.
Secara empiris, kata Dr William, pasiennya sembuh dari gangguan penyempitan pembuluh darah setelah sebulan mengonsumsi bubuk kalajengking sebanyak 0,3 gram sehari. Menurut dia, dosis tersebut akan diturunkan apabila kondisi pasien mulai membaik. Ia menegaskan, konsumsi kalajengking harus dihentikan bila tubuh sudah menunjukkan gejala alergi.
Secara khusus ia menegaskan, dalam praktik ia jarang memberikan ramuan kalajengking dalam bentuk tunggal. Ia lebih sering mengombinasikan berbagai macam herbal dan hewan lain, baru memberikan bubuk kalajengking sesuai dengan takaran. Contohnya, untuk penyakit sirosis hati, ia selalu meresepkan lebih dari 15 macam ramuan. Jenisnya antara lain batok penyu, alang-alang, kunyit, dan 0,2 gram bubuk kalajengking. Katanya, ”Pemakaian kalajengking pada kasus sirosis hati berfungsi untuk menggempur hati yang mulai mengeras.”
Jangan Stres! Duduk dan Diamlah!
Senin, 17 Mei 2010 Filed under : Alternatif, Obat, Penyakit by PekerjaMemang mustahil hidup tanpa stres. Namun bila stres melanda Anda tak perlu melarikan diri, bahkan sampai mengonsumsi obat-obatan penenang. Cukup luangkan waktu sejenak untuk melakukan meditasi.
Penelitian menunjukkan, meditasi yang dikombinasikan dengan terapi bicara, yang disebut dengan mindfulness meditation bisa melepaskan rasa stres, bahkan depresi.
"Depresi bisa menjebak orang pada pikiran-pikiran negatif, seperti 'saya tidak cukup baik', atau 'tak ada orang yang menyukai saya'. Hal ini bisa menyebabkan hilangnya rasa menghargai diri," kata Profesor Willem Kuyken dari the Mood Disorder Centre dari Exeter University, Inggris.
Meditasi akan membantu kita melihat pikiran-pikiran negatif sebagai sesuatu yang keliru. Pikiran kita juga akan dilatih untuk melihat stres sebagai sesuatu yang dapat diatasi. Dalam studinya, Kuyken dan timnya menemukan bahwa meditasi sama efektifnya dengan penggunaan obat anti depresan dalam jangka panjang.
Meditasi yang dilakukan tidak harus dengan duduk bersila dalam ruangan atau waktu khusus. Kuyken mengatakan dengan menutup mata sejenak, memfokuskan pikiran dan melepaskan ketegangan juga bisa dipakai sebagai bentuk meditasi.
Anda juga boleh menyugesti diri sendiri saat bermeditasi. Tanamkan dalam hati nilai-nilai positif tentang diri sendiri, misalnya "Saya mampu mengerjakan tugas ini."
Berbagai studi ilmiah melaporkan berbagai manfaat meditasi, antara lain membuat otak lebih rileks, memulihkan keseimbangan saraf dan kesegaran tubuh, memperkuat daya tahan tubuh, melatih konsentrasi, dan sebagainya.
Ada beberapa benda yang sebaiknya Anda lepas saat akan tidur. Apa sajakah itu?
1. Memakai arloji
Jam tangan dapat memancarkan radioaktif dalam kadar tertentu. Meskipun tergolong kecil, jika Anda memakai arloji sambil tidur dalam waktu lama, bisa saja ini menimbulkan efek buruk bagi kesehatan.
2. Mengenakan BH
Menurut penemuan para ilmuwan di Amerika, memakai BH (bustehouder) atau bra lebih dari 12 jam sehiri, memilik risiko lebih besar untuk terkena kanker payudara. So, lepaskanlah.
3. Memakai riasan
Bila sering tertidur selagi menggunakan make-up bisa mengalami masalah kulit. Ini karena kulit kesulitan bernapas dan mengeluarkan keringat. Jadi, bebaskan kulit Anda agar selalu cantik.
4. Membawa ponsel
Menaruh telepon selular di dekat tempat tidur, apalagi di sisi bantal, sangat tidak dianjurkan. Banyak dari kita memanfaatkan alarm dalam ponsel untuk bisa bangun pagi, tapi letakkan sejauh mungkin.
Para ilmuwan menemukan bahwa perangkat elektrik, termasuk handphone dan televisi, memancarkan gelombang magnetik ketika digunakan. Gelombang ini dapat mengganggu sistem saraf kita. Itu sebabnya biarkan ponsel jauh dari kita di malam hari, atau matikan saja.
Lembaga Perobatan Oriental Korea (KIOM) mengatakan, pihaknya berhasil mengekstrakkan beberapa bahan baku yang digunakan dalam penyembuhan herbal tradisional yang menunjukkan, hasilnya cepat menyembuhkan ketika disuntikkan kepada tikus yang terinfeksi penyakit itu.
Obat herbal itu, yang oleh para pakar dinamakan KIOM-C, telah dikembangkan dengan mengkombinasikan bahan baku yang diekstrakkan dari selusin unsur herbal, menurut KIOM. "Tes laboratorium dilakukan pada perusahaan lokal BioLeaders Corp. dan menunjukkan kuatnya kualitas anti-viral obat buatan dari unsur-unsur yang ditemukan di dalam obat oriental," kata Ma Jin-yeul, kepala Pusat Riset Pengembangan Obat Herbal KIOM.
Ma mengatakan bahwa pengetesan lebih detil akan dilakukan untuk mendukung penemuannya ini, namun obat herbal tersebut dalam bentuk tablet baru akan bisa didapat sekitar tiga tahun mendatang.
Obat tersebut diharapkan akan menjadi seperti obat anti-viral Tamiflu yang sekarang beredar di pasaran.
Jalan Panjang ke Saintifikasi
Rabu, 21 April 2010 Filed under : Alternatif, Obat, Penyakit by PekerjaSudah sepuluh tahun Wagita (58) berjualan jamu gendong di samping sebuah kantor percetakan di kawasan Palmerah, Jakarta Pusat. Para pelanggannya yang kebanyakan para pekerja malam itu biasanya langsung menyebutkan keluhan mereka dan memasrahkan racikan kepada Wagita.
Bagi masyarakat, jamu atau ramuan obat tradisional Indonesia sebetulnya bukan hal baru. Ramuan dari tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral itu secara turun-temurun digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
Wagita, misalnya, tidak tahu pasti kandungan dalam tanaman obat racikannya dan cara bekerjanya dalam tubuh. Tetapi, perempuan itu meyakini bahan alami itu berkhasiat dan sudah terbukti. Puluhan tahun dia minum jamu untuk enyahkan pegal linu.
Dia belajar membuat jamu saat usia 15 tahun dari perempuan Jawa di tempat kerjanya. Dia hanya diberitahu bahan dan cara membuatnya kemudian mencicipi. ”Semua dicatat dalam hati,” ujarnya. Dia mengajar lisan anaknya meracik jamu.
Pada skala lebih besar, tidak banyak industri obat herbal menempuh uji praklinik dan klinik. Baru 5 jenis fitofarmaka dan 12 jenis obat herbal terstandar.
Pada dasarnya, ada tiga jenis produk herbal, yaitu jamu tradisional, Obat Herbal Terstandar (ada standardisasi bahan baku), dan fitofarmaka (telah melalui uji praklinis dan uji klinik sama dengan obat konvensional).
Senior Manager Research and Development PT Mustika Ratu Devita Agus mengatakan, uji klinis butuh biaya miliaran rupiah. Di perusahaannya dikembangkan sekitar 200 tanaman obat untuk tindakan preventif dan promotif kesehatan. Kemasan disesuaikan seperti bentuk teh, kaplet, dan kapsul.
Sekalipun telah lama hadir di tengah masyarakat, kenyataannya jamu masih berada di pinggiran sistem pelayanan kesehatan. Tidak seperti di China, Korea, Jepang, dan India, pengobatan di Tanah Air masih didominasi terapi konvensional. Di China telah ada terapi integratif (konvensional dan herbal).
Peneliti bidang Kimia Organik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Leonardus Broto Sugeng Kardono, mengatakan, sekalipun jamu sudah lama ada, inventarisasi, pendokumentasian, dan pengembangannya relatif lambat dibandingkan negara-negara lain. Pada masa lalu, pembuatan jamu diturunkan secara lisan. Padahal, potensi Indonesia sangat besar. Setidaknya ada 30.000 tanaman berpotensi obat. Sebanyak 3.000 di antaranya sudah tercatat dan sekitar 300 bahan sudah umum digunakan, contohnya kunyit, jahe, temulawak, pegagan, dan sambiloto.
Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Herbal Medik Indonesia Hardhi Pranata, para dokter terbentuk cara pandangnya dengan standar medis konvensional. Walaupun terapi preventif, promotif, rehabilitatif, kuratif, dan paliatif sebetulnya dapat dikembangkan, termasuk menggunakan jamu asal dengan standar ilmu pelayanan serta keamanan yang tinggi.
Jamu juga mempunyai potensi pasar cukup besar. Ketua Asosiasi Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia sekaligus Presiden Direktur Jamu Nyonya Meneer, Charles Saerang mengatakan, penjualan obat herbal di Indonesia tahun 2010 ditargetkan Rp 10 triliun. Realisasi tahun 2009, yaitu sebesar Rp 8,5 triliun. Terdapat 240– 400 jenis jamu yang diedarkan di dalam negeri dan 80 jenis di antaranya juga diekspor ke Taiwan, Hongkong, dan Arab Saudi.
Guna memasyarakatkan jamu tradisional, pemerintah berupaya menyaintifikasi jamu dengan melibatkan para dokter. ”Dokter menjadi ikon kesehatan yang dapat mengangkat harkat jamu dan penggunaannya,” ujarnya.
Program saintifikasi dicanangkan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (6/1).
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Agus Purwandianto mengatakan, saintifikasi itu memberikan landasan ilmiah penggunaan jamu secara empiris melalui penelitian berbasis pelayanan. Sejumlah dokter terlatih melakukan penelitian kualitatif terkait penggunaan jamu dalam cakupan upaya preventif, promotif, rehabilitatif, dan paliatif oleh pasien mereka.
Bahan herbal dipilih oleh Komisi Saintifikasi Jamu. Salah satu sumber ialah Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional di Tawangmangu. Balai itu mempunyai 100 formularium yang telah uji praklinik.
Di samping Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia telah berdiri Juni 2009 dan telah diakui oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. Perhimpunan itu juga menyiapkan kurikulum herbal bagi dokter yang tertarik masuk ke ranah itu dan diharapkan nantinya terbentuk klinik-klinik herbal.
Anggota Persatuan Dokter Herbal Medik Indonesia Cabang Jateng dr Lily Kresnowaty menuturkan, selain sebagai dokter konvensional, dokter ini nantinya juga memiliki keahlian menjadi dokter herbal.
Setelah dianggap kompeten, dokter tersebut dapat mengeluarkan resep jamu sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan. ”Pedoman tersebut memuat jamu mana saja yang dapat digunakan untuk mendampingi obat konvensional,” katanya.
Saintifikasi jamu, kata Leonardus, menjadi penting di tengah pasar terbuka. Jangan sampai jamu Indonesia kalah pamor di tanahnya sendiri.
Ingin Libido Naik? Berjemurlah!
Rabu, 14 April 2010 Filed under : Alternatif, Obat, Penyakit by PekerjaButuh sesuatu untuk meningkatkan libido? Cobalah berjemur beberapa saat di bawah matahari pagi.
Ini adalah salah satu saran para ahli dari Austria yang menemukan bahwa kadar testosteron pria ternyata dapat dipacu dengan vitamin D. Sebagian besar kebutuhan tubuh kita terhadap vitamin D memang disuplai oleh kulit lewat paparan terhadap sinar matahari, sedangkan sisanya berasal dari asupan makanan.
Riset melibatkan 2.299 pria yang dimuat di jurnal Clinical Endocrinology menemukan, mereka yang kebutuhan vitamin D-nya tercukupi memiliki hormon testosteron lebih tinggi ketimbang pria yang kekurangan vitamin D. Kadar hormon dan vitamin D para pria ini anjlok saat musim dingin dan mulai mencapai puncaknya pada musim panas.
Rendahnya hormon testosteron memang berdampak pada gairah atau libido pria selain juga tingkat energi. Hormon testosteron juga penting artinya pada pria dan wanita dalam mempertahankan kekuatan otot dan kepadatan tulang.
Peneliti dari Medical University of Graz, Austria, menemukan bahwa pria yang darahnya menyimpan sedikitnya 30 nanogram vitamin D per mililiter memiliki testosteron lebih tinggi ketimbang pria dengan vitamin D rendah.
Dalam pemantauan selama setahun, kadar testosteron dan vitamin D tampaknya mencapai puncak pada bulan Agustus, dan menurun saat musim dingin dengan menyentuh level terendah pada bulan Maret.
Professor Winfried Marz yang menggarap penelitian ini mengatakan bahwa ia dan tim akan menggelar riset lanjutan untuk meneliti lebih jauh apakah suplementasi vitamin D akan memberi efek yang sama terhadap peningkatan hormon testosteron.
Sementara itu, ahli kanker yang juga pakar andrologi di University of Sheffield, Allan Pacey, memperingatkan bahwa paparan sinar matahari yang berlebihan dapat merugikan kesehatan. Pacey juga meminta para pria untuk berhati-hati menggunakan alat sunbed dan sadar terhadap pentingya pemahaman yang benar akan risiko bila alat itu digunakan secara berlebihan.
HypnoLangsing, Cara Baru Jadi Langsing
Sabtu, 03 April 2010 Filed under : Alternatif, Obat, Penyakit by PekerjaMenurunkan berat badan dengan makan apa saja dan kapan saja. Demikian salah satu tulisan yang menggoda dalam buku The Screet of Slimming dengan Hypnolangsing karangan Juli Triharto. Buku ini seolah menjadi jawaban bagi Anda yang ingin sehat dan langsing dengan mudah dan cepat.
Seringkali penyebab utama gagalnya usaha penurunan berat badan datang dari diri sendiri, misalnya tak kuasa menolak traktiran makan atau niat berolahraga runtuh dengan mudah hanya gara-gara mata masih mengantuk. Mungkin, ini saatnya Anda memerlukan bantuan. Alternatif bantuan yang saat ini sedang naik daun adalah hypnolangsing.
Menurut Juli Triharto, tekad yang besar untuk langsing saja tidak cukup. Perlu kemauan pikiran bawah sadar untuk mengimajinasikan tubuh ideal yang ingin dicapai dan menyimpan memori tersebut di pikiran bawah sadar sebagai target pribadi.
Lewat metode hipnosis, para pembaca diajak untuk belajar mendapatkan tujuan bawah sadarnya sehingga yang terjadi adalah pikiran bawah sadar akan membantu mengubah kebiasaan lama yang membuatnya gemuk menjadi kebiasaan baru yang melangsingkan.
Penulis adalah Master HypnoLangsing yang memiliki acara kelompok terapi hypnolangsing dengan peserta dari berbagai kalangan. Dalam setiap sesi pertemuan, Juli akan mengajarkan langkah-langkah konkret dan sederhana untuk melangsingkan tubuh sehingga peserta tetap mudah memahami sugesti yang diberikan dalam keadaan waking (terbangun).
Dalam hypnolangsing semua proses dilakukan dengan pendekatan Western Hypnosis dan Neuro Linguistic Programming (NLP) yang sangat ilmiah dan tidak melibatkan ritual atau mantra. Dengan hypnolangsing, Anda akan diajarkan untuk memprogram pikiran Anda dengan kebiasaan baru yang sehat.
Dalam buku yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama ini Anda akan memahami bagaimana menghentikan kebiasan ngemil dan terobsesi terhadap makanan, menghentikan makan secara emosi, meningkatkan metabolisme tubuh, menciptakan motivasi untuk berolahraga, serta belajar merasakan nyaman dengan tubuh sendiri.
